feaTured post by prajuritkecil99™
≡ posTingan aNyar ≡

Cerita Akhir Pekan Dari Marisa

by prajuritkecil99 ™
Sabtu kemarin adalah Sabtu yang penuh ujian dalam sejarah perjalanan pulang Marisa-Limboto.

Jarak 160km yang biasanya tertempuh dalam waktu 2½ jam kemarin memerlukan waktu dua kali lebih lama. Berangkat dari Marisa pukul 08:30 WITA sampai di Limboto sekira pukul 14:00 WITA. Bokong sampai panas. Leher, kaki dan tangan sampe pvegel-pvegel rasanya. 😧

Ujian pertama dimulai saat memasuki wilayah Tilamuta. Dashboard motor muncul indikator warna merah. Brenti di seputaran jembatan HM Soeharto. Googling. Hallo Google kenapa yaa sepeda motor saya muncul indikator warna merah?? 😝

Dan si-Mbah pun menjawab bahwa ternyata itu adalah pertanda overheat. Mesin mengalami panas yang berlebihan. Heran. Perasaan selama ini normal-normal aja. Bahkan awal-awal dulu malah sering Marisa-Limboto non stop.

Dari beberapa jawaban si-Mbah, solusinya adalah coba dinginkan dulu sekira 5-10 menit. Dan ternyata benar, setelah 5 menit istirahat sudah tidak muncul indikator warnah merah. Tapi tak berlangsung lama. Belum genap 2km muncul lagi. Brenti lagi. Cek air radiator di tangki cadangan masih ada koq. Ini kenapa yaa? Tanya lagi sama si-Mbah tapi beliau sudah menghilang. Tersebab tak ada sinyal. 😢

Bersyukur langit Boalemo belum terlalu menyengat. Semilir angin yang mampu menembus ketek dari sela-sela 4 lapis jaket-jaket-baju-kaos masih terasa svejuknya. Hehe..


Jalan Trans Sulawesi - Tilamuta
Trans Sulawesi - Boalemo


10 menit berlalu.

Jalan lagi. Brenti lagi. Jalan lagi. Brenti lagi. Bener-bener dapa soe orang Gorontalo bilang. 😑

Selepas Boliyohuto kehujanan. Berkah hujan. Indikator merah lama tak muncul. Hingga tiba di Isimu. Hujan pun usai. Berganti panas. Merah lagi. Brenti lagi. Jalan lagi.

Begitu seterusnya sampai (kalau tidak salah itung) 12x pit-stop termasuk istirahat sholat Duhur di Paguyaman.

Sebel memang. Tapi kemudian tersadar. Semua ini sudah kehendak Tuhan. Pasti ada maksud,- dan mungkin itu adalah yang terbaik buat saya menurut-Nya. Meskipun saya belum tau mengapa.


Cerita Akhir Pekan Dari Marisa
pit-stop

Sebelum Dia Pergi

by prajuritkecil99 ™
Entah mengapa dan bagaimana ceritanya sehingga hujan selalu sering diidentikkan dengan rindu. Tapi yang pasti hujan itu menumbuhkan. Butiran-butiran yang tercurah dari langit itu membawa berkah bagi alam. Tinggal bagaimana kita mampu mengolahnya sehingga bukan menjadi sebaliknya,- membawa bencana.



View Benteng Otanaha
view dari area Benteng Otanaha

Besar Atau Kecil Itu Relatif

by prajuritkecil99 ™
seolah kita ini besar,- karena mereka yang di bawah sana tampak begitu kecil..

padahal sebaliknya,- mereka pun melihat kita begitu kecil, bahkan kadang tak terlihat..


di atas danau Limboto
besar-kecil itu relatif,- jadi jangan sombong.. 😛

Pada Satu Senja

by prajuritkecil99 ™
Dua ekor itik melintas di hadapan. Tertinggal beberapa meter dari rombongan. "Kwek kwek.. kwek kwek.." Sambil berlalu mereka terus ber- kwek kwek. Seolah sedang mengejek; "Jomblo niih yeee.."

Asem!

Bahkan kepada dua ekor itik pun aku cemburu. Mengapa bukan kita berdua yang menikmati senja? Padahal bisa jadi kedua itik itu hanya teman biasa,- yang kebetulan seiring sejalan back to kandang. 😝😂

Dan akupun termenung sendiri menikmati senja. Di tempat ini. Lagi.. satu senja kembali terlewati tanpamu.


Pada Satu Senja


Namun tak peduli siapapun penikmatnya, senja tetaplah senja. Semburat jingga -nya masih hangat dan selalu setia mengiringi datang dan perginya langit biru yang memesona.


Kepada Senja Aku Belajar Tentang Sebuah Kata - RELA
pada satu senja di sebuah negeri yang bernama Marisa

Latihan Memadamkan Api.. Siapa Tau..

by prajuritkecil99 ™
Ada satu hubungan yang tidak bagus dan justru malah berbahaya,- namanya hubungan arus pendek. 😌😝

Hubungan ini hanya menimbulkan petaka, menyebabkan terjadinya korban,- materi bahkan korban jiwa! Entah sudah berapa banyak yang menderita akibat hubungan ini.


Simulasi Pemadaman Kebakaran Di Markaz K180
simulasi pemadaman kebakaran


Belajar dari kejadian nahas yang dialami oleh rekan-rekan di tempat kerja yang lain,- tersebab hubungan arus pendek ini, pada Rabu sore kemarin, bertempat di halaman belakang markaz K180 kita mengadakan simulasi pemadaman kebakaran. Bekerja sama dengan instansi terkait dari Pemda Kabupaten Pohuwato, para Punggawa K180 diajari bagaimana cara melakukan pemadaman api dengan menggunakan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan.


Persiapan Simulasi Pemadaman Kebakaran  Persiapan Simulasi Pemadaman Kebakaran Ringan

Persiapan Simulasi Pemadaman Kebakaran Di Markaz K180
persiapan simulasi pemadaman kebakaran


Menjadi harapan kita, biarlah simulasi pemadaman kemarin cukup menjadi simulasi. Sekadar menambah wawasan dan pengetahuan kita. Semoga hingga selamanya nanti di markaz K180 tak perlu ada api yang harus dipadamkan,- terlebih api kebencian.. 😍


Penggunaan APAR
jooooosss

Cara Menggunakan APAR
semprot terus 😄

Pasca Simulasi Pemadaman Kebakaran
dan api itu pun padam.. gaagaa.. 😝


 
Copyright © 2014 - prajuritkecil99™ - Powered by Blogger
Template by Creating Website - Published by Mas Template