feaTured post by prajuritkecil99™
≡ posTingan aNyar ≡

Setelah Tiga Purnama

by prajuritkecil99 ™
Hanya pengin upload..

Setelah tiga purnama berlalu, akhirnya bisa main lagi. Meski cuma tiga set dan tidak full team. Yang penting lapangannya gak angker lagi. 😂


Voli Kebahagiaan Punggawa K180

Obat Flu

by prajuritkecil99 ™
Hmmm..

Lagi masih males ngeblog. Semingguan ini kerja juga males-malesan. Flu jadi alesan. Kalu malam demam,- siang meriang tambah pusing pala berbie. 😖

Nggak tau kenapa pagi ini tetiba ingat jajanan terang bulan yang dijual di Barabai. Apalagi yang pakai taburan irisan nangka.

Ada yang mau kirim itu terang bulan ke Marisa?


Terang Bulan Pujasera Barabai Murakata
di tempat ini
kalu malem ada terang bulan yang enak

Yang Mudik.. Yang Mudik..

by prajuritkecil99 ™
Wew..

Sudah lama niih tidak update di blog ini. Belum nemu ide alias lagi males. 😛

Kemarin sebenarnya niat mau bikin cerita tentang Tumbilotohe,- sekalian belajar moto malam hari tapi sayang hujan deras sehingga tidak jadi on the spot.

Melihat status teman-teman yang sudah mulai pada mudik, selintas ada niatan pengen bikin cerita tentang mudik tapi tetiba nggak mood gegara tadi tidak sempat makan sahur.

Jadinya hanya bisa mendoakan,- semoga perjalanannya lancar, selamat sampai bertemu dengan keluarga. Ingat kembali hakikat mudik itu demi menjalin silaturahim dan penawar rindu. Bukan sebagai ajang pamer atas apa yang telah diraih hingga saat ini. 🙆

Selamat mudik. Salam hangat buat keluarga di kampung halaman.


Tetap Waspada Saat Mudik
[klik gambar untuk lebih detil]

tetap waspada yaa..
tak sedikit kecelakaan yang terjadi justru pada saat jalanan lurus dan lengang

Potret Suka-Suka

by prajuritkecil99 ™
Enam-tujuh tahun yang lalu, banyak kawan saya yang menekuni hobi fotografi. Kini tak sedikit dari mereka telah menjadi fotografer pro,- mulai dari membuka jasa foto prewed sampai menjadi kontributor untuk keperluan publikasi pada kantor pusat di instansi pemerintah.

Dulu saya sama sekali tidak tertarik dengan fotografi. Tapi sekarang, di saat beberapa kawan sudah bosan dan beralih ke hobi lain yang lebih keren,- barulah saya mulai menyukainya. Mungkin ini menjadi penegasan 'disorientasi selera' diri saya, atau dengan kata lain: saya memang kudet! 😆

Maka jadilah saya sekarang sering cekrak cekrek. Ada pohon mangga yang lagi berbuah, cekrek. Ada langit biru yang cerah ceria, cekrek. Apa aja deh. Bahkan kalau mau makan atau minum harus dicekrek dulu berkali-kali biar dapat foto sesuai yang diinginkan. Makanan atau minumannya sampai dingin ternyata masih belum dapat juga foto yang bagus. Sering khilaf. Nunggu dijewer istri dulu baru brenti cekrak cekreknya. Eh, nggak dijewer ding. Dilempar pakai wajan. Hehe.. 😛


Potret Suka-suka
Blue Marisa


Untuk menambah ilmu, saya pun bergabung dengan grup-grup yang terkait fotografi. Khususnya fotografi ponsel. Karena saya cekrak cekreknya cuma pakai kamera HP.

Dari sekian grup yang saya ikuti, ada satu grup yang (menurut saya) cukup unik. Selain karena tiap pekannya ditentukan tema foto apa yang harus diposting, juga karena anggotanya yang mayoritas emak-emak. Jika selama ini emak-emak selalu identik dengan penguasa jalanan,- yang mana sering pasang lampu sign tapi nggak belok-belok atau lampu sign-nya ke kanan tapi beloknya malah ke kiri, di grup tersebut emak-emaknya pada jago fotografi. Saya pernah kepoin akun admin grup tersebut dan beberapa anggota yang postingnya public shared. Koleksi fotonya beneran bagus-bagus. Mereka juga tidak pelit ilmu. Tidak seperti di grup lain yang meskipun fotonya bagus-bagus tapi agak pelit ilmu dan lebih seperti ajang pamer foto ketimbang belajar ilmu fotografi. 😱

Dari grup ini,- grup yang isinya kebanyakan emak-emak ini saya jadi tau beberapa istilah teknik fotografi seperti high key, low key, flat lay, framing, dlsb.

Ngemeng-ngemeng soal kamera HP, selama ini saya cekrak cekrek cuma pakai K-Touch W700. HP jadoel. Karena spesifikasinya yang standar dan kapasitas RAM yang terbatas jadinya tidak bisa diinstal aplikasi macam-macam. Hasil foto dari HP saya copy ke laptop atau komputer trus saya edit pakai aplikasi online semacam Pixlr atau Paint.Net biar kelihatan lebih bagus. Sengaja saya pilih aplikasi edit foto online karena saya tidak ahli edit foto, jadi tinggal pilih filter mana yang menurut saya bagus langsung dipakai. Sering juga terlalu over filter jadinya malah kelihatan norak. 😔

Kalau pas di rumah, bisa pinjam HP tuan putri. Xiaomi Redmi 3. Hasil fotonya jauh lebih jernih dibandingkan si 'Katak' milik saya, yang entah karena habis jatuh dari motor waktu lalu atau entah karena apa tampilan layarnya jadi tambah aneh. Muncul garis-garis putih dan kalau dicharge jadi sering error.


K-Touch W700
si 'Katak'


Tapi alhamdulillah sekarang sudah dapat otorisasi dari 'bu menteri keuangan' untuk beli HP baru. Jadi semangat untuk cekrak cekrek lagi. Mudahan saja nanti tidak khilaf supaya HP-nya tidak disita. 😅

Lantas ada yang bilang gini: buat apa hobi fotografi kalau setelah moto dan diupload, sudah,- tidak menghasilkan apa-apa.

Well.. saya cuma senyum. Mungkin dia tidak sadar,- bahwa tak sedikit fotografer pro yang awal mulanya cuma dari cekrak cekrek biasa. Mungkin dia tidak sadar,- bahwa dengan berbagi ilmu, meski itu hanya ilmu teknik fotografi standar bisa menambah pengetahuan lain yang selama ini belum diketahui. Atau mungkin dia benar-benar tidak sadar,- bahwa dengan bergabung dalam suatu komunitas itu kita bukan sekadar numpang eksis tapi juga berbagi ilmu dan menjalin silaturahim. Khusus poin ini, saya selalu percaya, berkahnya sungguh luar biasa!

Tapi apalah saya ini,- hanya remah rengginang yang telah bercampur dengan butiran debu. Jadinya cuma bisa senyum, dan bilang: "Namanya juga potret suka-suka, Bro.." 😛

Ingatlah Tiga Hal Ini..

by prajuritkecil99 ™
Seorang lelaki sedang berjalan di tengah hutan belantara. Tiba-tiba terdengar suara gemeresek yang makin lama makin keras dan makin mendekat. Sebelum melihat apa yang didengarnya tersebut ia memutuskan untuk berlari sekencangnya. Ternyata pilihannya tepat. Suara itu terus mengejar dengan cepatnya dan ketika sempat menoleh ia melihat seekor singa besar yang siap menerkamnya.

Dipercepat larinya sekuat tenaga, tetapi sang singa tidak kalah cepatnya. Karena tidak berpikir panjang asal lari saja sekuatnya, lelaki itu akhirnya terjerembab ke dalam sumur tua. Beruntung ia sempat menangkap akar pohon yang bergelantungan sehingga tidak langsung jatuh ke dasar sumur.

Melihat ke atas di mulut sumur tampak sang singa berputar-putar sambil menunjukkan giginya yang tajam siap menerkam. Lelaki itu pun menunduk ingin mengetahui apa yang ada di bawah sana. Betapa terkejutnya karena yang ada di bawah sana, di dasar sumur adalah seekor ular raksasa yang sudah membuka matanya sambil berusaha menegakkan tubuh untuk bisa mencaploknya.

Di tengah kepanikannya itu ia masih bisa mendengar suara gemericit yang ternyata suara tikus-tikus yang sedang mengerati akar pohon yang ia pakai untuk bergelantungan. Sebelum akar pohon itu putus, ia menjejakkan kakinya ke dinding sumur agar bisa terus bergerak dengan akar pohon dan tidak memberi kesempatan tikus-tikus untuk terus mengerati akar pohon itu lebih jauh.

Ketika berayun ke kanan dan ke kiri inilah badan dan lengan lelaki itu menyentuh dinding sumur yang lengket. Diamatinya apa yang lengket-lengket itu, diciumnya dan ternyata berbau harum. Penasaran dengan bau tersebut si lelaki mencoba menjilatnya dan ternyata terasa manis. Ia terus menikmati rasa manis itu sampai terlupa apa yang ada di atas sana dan apa yang menunggunya di bawah.

Lelaki itu kemudian terbangun sambil terengah-engah. Ternyata ia baru saja bermimpi buruk.

Penasaran dengan mimpi buruk itu, esok harinya ia menemui Pak Kyai yang dianggap bisa menafsirkan mimpinya. Setelah menceritakan apa yang dialami, giliran Pak Kyai yang kemudian memberikan tafsirnya.

"Adapun singa itu adalah malaikat maut yang terus mengejarmu.." kata Pak Kyai.

"Sedangkan sumur dan ular di dalamnya adalah kuburmu..".

Pak Kyai melanjutkan, "Akar pohon adalah usiamu.." dan ia kemudian menutup takwilnya, "Tikus-tikus itu adalah siang dan malam (waktu) yang akan terus menggerogoti usiamu sampai habis!".

Merasa masih ada satu yang belum ditakwilkan oleh Pak Kyai, lelaki itu bertanya lagi, "Lha yang rasanya manis tadi apa Pak Kyai?".

Pak Kyai pun menjawab, "Itulah manisnya kehidupan yang membuat engkau lupa adanya malaikat maut yang mengejarmu, lupa jatah usiamu yang semakin habis dan lupa pula adanya kuburan yang menantimu..".


***


Yuhuuu.. assalamualaikum jamaah blogger yang berbahagia.. 😄

Cerita di atas adalah karya Dr. Muhaimin Iqbal dalam artikelnya yang berjudul "Pak Kyai Dengan Tiga Hal". Sengaja saya repost bukan bermaksud untuk menandingi iklan sirup Marjan.

Lhaah?!

Diakui atau tidak, iklan sirup yang setali tiga uang sama pelapak kurma pinggir jalan itu selama ini cukup setia dan istiqamah mengingatkan kita bahwa sebentar lagi bulan puasa akan tiba. Bahkan mungkin sebagian kita musti bersyukur dengan iklan yang tayang khusus jelang Ramadhan dan Idul Fitri tersebut, karena bisa jadi kalau tidak ada iklan tersebut kita bakal lupa, terus-menerus terlena dengan urusan dunia. Tidak sadar bahwa ternyata saat ini sudah satu tahun dari Ramadhan sebelumnya.

Tapi.. untuk mengingatkan bahwa sudah saatnya mau puasa kenapa musti dengan cerita tentang kematian gitu sih? Emang nggak ada yang lain? Cerita yang lain kan masih banyak?! Tentang keteladanan atau apa gitu yang bisa bikin semangat.

Yaa, sebenarnya tidak ada maksud apa-apa selain mengingatkan. Saya pilih cerita ini juga bukan untuk serem-sereman. Biar dapat feel-nya aja. *eaaa 😛

Mungkin supaya nuansa religinya lebih berasa. Biasanya kan kalau sudah ingat mati gitu kita jadi lebih religius, jadi lebih rajin beribadah. Gitu aja siih. Kalau ternyata ada yang bilang "sok alim lo!" atau "percuma rajin beribadah kalo cuma sebulan aja!" -dlsb,- itu perkara lain. Biarin aja. Nggak perlu diambil hati. Urusan kita beribadah itu dengan Tuhan, bukan dengan mereka. Bukankah Tuhan itu Maha Pemurah, tak akan melupakan kita meskipun kita kadang sering melupakanNya.


Wisata Halal Marisa
semoga tiap masjid selalu ramai bukan hanya saat pekan pertama Ramadhan


Saya cuma yakin, kasih sayangNya itu jauuuuuuuuuh melebihi kasih sayang dari siapapun,- apalagi dari mantan. *ehh 🙊

Bahkan senantiasa tercurah, lebih-lebih bagi hamba yang ingin mendekatkan diri kepadaNya. Iya apa iya?!

Siapa tau Ramadhan kali ini menjadi momentum kita yang semula ibadahnya apa adanya bisa berubah menjadi istimewa. Bukan istimewa di mata manusia tapi di mata Tuhan Sang Maha segalanya. Atau bisa jadi Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terakhir kita. Toh kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada hari kemudian. "We never know what will happen in the future.." orang Limboto bilang. 😆

Maka meskipun mungkin untuk pertanda akan dimulainya bulan puasa ini sebagian kita masih diingatkan sama iklan sirup Marjan, semoga kita tidak pernah lupa akan adanya tiga hal yang tidak bisa kita elakkan tadi,- yakni malaikat maut yang terus mengincar, usia yang semakin habis dan kuburan yang menanti.

Selamat menyambut Ramadhan. Semoga kita beroleh kesehatan dan kekuatan sehingga bisa menunaikan puasa dan semua amaliah Ramadhan dengan baik.

Satu yang tidak kalah penting: jangan lupa siapin kue yang banyak beserta aneka olahan kurma dan minuman dari sirup Marjan, karena siapa tau di Idul Fitri nanti rumah Anda mendapat kunjungan dari saya sekeluarga. *masih_lamaaa 😆
 
Copyright © 2014 - prajuritkecil99™ - Powered by Blogger
Template by Creating Website - Published by Mas Template