feaTured post by prajuritkecil99™
≡ posTingan aNyar ≡

Potret Suka-Suka

by prajuritkecil99 ™
Enam-tujuh tahun yang lalu, banyak kawan saya yang menekuni hobi fotografi. Kini tak sedikit dari mereka telah menjadi fotografer pro,- mulai dari membuka jasa foto prewed sampai menjadi kontributor untuk keperluan publikasi pada kantor pusat di instansi pemerintah.

Dulu saya sama sekali tidak tertarik dengan fotografi. Tapi sekarang, di saat beberapa kawan sudah bosan dan beralih ke hobi lain yang lebih keren,- barulah saya mulai menyukainya. Mungkin ini menjadi penegasan 'disorientasi selera' diri saya, atau dengan kata lain: saya memang kudet! 😆

Maka jadilah saya sekarang sering cekrak cekrek. Ada pohon mangga yang lagi berbuah, cekrek. Ada langit biru yang cerah ceria, cekrek. Apa aja deh. Bahkan kalau mau makan atau minum harus dicekrek dulu berkali-kali biar dapat foto sesuai yang diinginkan. Makanan atau minumannya sampai dingin ternyata masih belum dapat juga foto yang bagus. Sering khilaf. Nunggu dijewer istri dulu baru brenti cekrak cekreknya. Eh, nggak dijewer ding. Dilempar pakai wajan. Hehe.. 😛


Potret Suka-suka
Blue Marisa


Untuk menambah ilmu, saya pun bergabung dengan grup-grup yang terkait fotografi. Khususnya fotografi ponsel. Karena saya cekrak cekreknya cuma pakai kamera HP.

Dari sekian grup yang saya ikuti, ada satu grup yang (menurut saya) cukup unik. Selain karena tiap pekannya ditentukan tema foto apa yang harus diposting, juga karena anggotanya yang mayoritas emak-emak. Jika selama ini emak-emak selalu identik dengan penguasa jalanan,- yang mana sering pasang lampu sign tapi nggak belok-belok atau lampu sign-nya ke kanan tapi beloknya malah ke kiri, di grup tersebut emak-emaknya pada jago fotografi. Saya pernah kepoin akun admin grup tersebut dan beberapa anggota yang postingnya public shared. Koleksi fotonya beneran bagus-bagus. Mereka juga tidak pelit ilmu. Tidak seperti di grup lain yang meskipun fotonya bagus-bagus tapi agak pelit ilmu dan lebih seperti ajang pamer foto ketimbang belajar ilmu fotografi. 😱

Dari grup ini,- grup yang isinya kebanyakan emak-emak ini saya jadi tau beberapa istilah teknik fotografi seperti high key, low key, flat lay, framing, dlsb.

Ngemeng-ngemeng soal kamera HP, selama ini saya cekrak cekrek cuma pakai K-Touch W700. HP jadoel. Karena spesifikasinya yang standar dan kapasitas RAM yang terbatas jadinya tidak bisa diinstal aplikasi macam-macam. Hasil foto dari HP saya copy ke laptop atau komputer trus saya edit pakai aplikasi online semacam Pixlr atau Paint.Net biar kelihatan lebih bagus. Sengaja saya pilih aplikasi edit foto online karena saya tidak ahli edit foto, jadi tinggal pilih filter mana yang menurut saya bagus langsung dipakai. Sering juga terlalu over filter jadinya malah kelihatan norak. 😔

Kalau pas di rumah, bisa pinjam HP tuan putri. Xiaomi Redmi 3. Hasil fotonya jauh lebih jernih dibandingkan si 'Katak' milik saya, yang entah karena habis jatuh dari motor waktu lalu atau entah karena apa tampilan layarnya jadi tambah aneh. Muncul garis-garis putih dan kalau dicharge jadi sering error.


K-Touch W700
si 'Katak'


Tapi alhamdulillah sekarang sudah dapat otorisasi dari 'bu menteri keuangan' untuk beli HP baru. Jadi semangat untuk cekrak cekrek lagi. Mudahan saja nanti tidak khilaf supaya HP-nya tidak disita. 😅

Lantas ada yang bilang gini: buat apa hobi fotografi kalau setelah moto dan diupload, sudah,- tidak menghasilkan apa-apa.

Well.. saya cuma senyum. Mungkin dia tidak sadar,- bahwa tak sedikit fotografer pro yang awal mulanya cuma dari cekrak cekrek biasa. Mungkin dia tidak sadar,- bahwa dengan berbagi ilmu, meski itu hanya ilmu teknik fotografi standar bisa menambah pengetahuan lain yang selama ini belum diketahui. Atau mungkin dia benar-benar tidak sadar,- bahwa dengan bergabung dalam suatu komunitas itu kita bukan sekadar numpang eksis tapi juga berbagi ilmu dan menjalin silaturahim. Khusus poin ini, saya selalu percaya, berkahnya sungguh luar biasa!

Tapi apalah saya ini,- hanya remah rengginang yang telah bercampur dengan butiran debu. Jadinya cuma bisa senyum, dan bilang: "Namanya juga potret suka-suka, Bro.." 😛

Ingatlah Tiga Hal Ini..

by prajuritkecil99 ™
Seorang lelaki sedang berjalan di tengah hutan belantara. Tiba-tiba terdengar suara gemeresek yang makin lama makin keras dan makin mendekat. Sebelum melihat apa yang didengarnya tersebut ia memutuskan untuk berlari sekencangnya. Ternyata pilihannya tepat. Suara itu terus mengejar dengan cepatnya dan ketika sempat menoleh ia melihat seekor singa besar yang siap menerkamnya.

Dipercepat larinya sekuat tenaga, tetapi sang singa tidak kalah cepatnya. Karena tidak berpikir panjang asal lari saja sekuatnya, lelaki itu akhirnya terjerembab ke dalam sumur tua. Beruntung ia sempat menangkap akar pohon yang bergelantungan sehingga tidak langsung jatuh ke dasar sumur.

Melihat ke atas di mulut sumur tampak sang singa berputar-putar sambil menunjukkan giginya yang tajam siap menerkam. Lelaki itu pun menunduk ingin mengetahui apa yang ada di bawah sana. Betapa terkejutnya karena yang ada di bawah sana, di dasar sumur adalah seekor ular raksasa yang sudah membuka matanya sambil berusaha menegakkan tubuh untuk bisa mencaploknya.

Di tengah kepanikannya itu ia masih bisa mendengar suara gemericit yang ternyata suara tikus-tikus yang sedang mengerati akar pohon yang ia pakai untuk bergelantungan. Sebelum akar pohon itu putus, ia menjejakkan kakinya ke dinding sumur agar bisa terus bergerak dengan akar pohon dan tidak memberi kesempatan tikus-tikus untuk terus mengerati akar pohon itu lebih jauh.

Ketika berayun ke kanan dan ke kiri inilah badan dan lengan lelaki itu menyentuh dinding sumur yang lengket. Diamatinya apa yang lengket-lengket itu, diciumnya dan ternyata berbau harum. Penasaran dengan bau tersebut si lelaki mencoba menjilatnya dan ternyata terasa manis. Ia terus menikmati rasa manis itu sampai terlupa apa yang ada di atas sana dan apa yang menunggunya di bawah.

Lelaki itu kemudian terbangun sambil terengah-engah. Ternyata ia baru saja bermimpi buruk.

Penasaran dengan mimpi buruk itu, esok harinya ia menemui Pak Kyai yang dianggap bisa menafsirkan mimpinya. Setelah menceritakan apa yang dialami, giliran Pak Kyai yang kemudian memberikan tafsirnya.

"Adapun singa itu adalah malaikat maut yang terus mengejarmu.." kata Pak Kyai.

"Sedangkan sumur dan ular di dalamnya adalah kuburmu..".

Pak Kyai melanjutkan, "Akar pohon adalah usiamu.." dan ia kemudian menutup takwilnya, "Tikus-tikus itu adalah siang dan malam (waktu) yang akan terus menggerogoti usiamu sampai habis!".

Merasa masih ada satu yang belum ditakwilkan oleh Pak Kyai, lelaki itu bertanya lagi, "Lha yang rasanya manis tadi apa Pak Kyai?".

Pak Kyai pun menjawab, "Itulah manisnya kehidupan yang membuat engkau lupa adanya malaikat maut yang mengejarmu, lupa jatah usiamu yang semakin habis dan lupa pula adanya kuburan yang menantimu..".


***


Yuhuuu.. assalamualaikum jamaah blogger yang berbahagia.. 😄

Cerita di atas adalah karya Dr. Muhaimin Iqbal dalam artikelnya yang berjudul "Pak Kyai Dengan Tiga Hal". Sengaja saya repost bukan bermaksud untuk menandingi iklan sirup Marjan.

Lhaah?!

Diakui atau tidak, iklan sirup yang setali tiga uang sama pelapak kurma pinggir jalan itu selama ini cukup setia dan istiqamah mengingatkan kita bahwa sebentar lagi bulan puasa akan tiba. Bahkan mungkin sebagian kita musti bersyukur dengan iklan yang tayang khusus jelang Ramadhan dan Idul Fitri tersebut, karena bisa jadi kalau tidak ada iklan tersebut kita bakal lupa, terus-menerus terlena dengan urusan dunia. Tidak sadar bahwa ternyata saat ini sudah satu tahun dari Ramadhan sebelumnya.

Tapi.. untuk mengingatkan bahwa sudah saatnya mau puasa kenapa musti dengan cerita tentang kematian gitu sih? Emang nggak ada yang lain? Cerita yang lain kan masih banyak?! Tentang keteladanan atau apa gitu yang bisa bikin semangat.

Yaa, sebenarnya tidak ada maksud apa-apa selain mengingatkan. Saya pilih cerita ini juga bukan untuk serem-sereman. Biar dapat feel-nya aja. *eaaa 😛

Mungkin supaya nuansa religinya lebih berasa. Biasanya kan kalau sudah ingat mati gitu kita jadi lebih religius, jadi lebih rajin beribadah. Gitu aja siih. Kalau ternyata ada yang bilang "sok alim lo!" atau "percuma rajin beribadah kalo cuma sebulan aja!" -dlsb,- itu perkara lain. Biarin aja. Nggak perlu diambil hati. Urusan kita beribadah itu dengan Tuhan, bukan dengan mereka. Bukankah Tuhan itu Maha Pemurah, tak akan melupakan kita meskipun kita kadang sering melupakanNya.


Wisata Halal Marisa
semoga tiap masjid selalu ramai bukan hanya saat pekan pertama Ramadhan


Saya cuma yakin, kasih sayangNya itu jauuuuuuuuuh melebihi kasih sayang dari siapapun,- apalagi dari mantan. *ehh 🙊

Bahkan senantiasa tercurah, lebih-lebih bagi hamba yang ingin mendekatkan diri kepadaNya. Iya apa iya?!

Siapa tau Ramadhan kali ini menjadi momentum kita yang semula ibadahnya apa adanya bisa berubah menjadi istimewa. Bukan istimewa di mata manusia tapi di mata Tuhan Sang Maha segalanya. Atau bisa jadi Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terakhir kita. Toh kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada hari kemudian. "We never know what will happen in the future.." orang Limboto bilang. 😆

Maka meskipun mungkin untuk pertanda akan dimulainya bulan puasa ini sebagian kita masih diingatkan sama iklan sirup Marjan, semoga kita tidak pernah lupa akan adanya tiga hal yang tidak bisa kita elakkan tadi,- yakni malaikat maut yang terus mengincar, usia yang semakin habis dan kuburan yang menanti.

Selamat menyambut Ramadhan. Semoga kita beroleh kesehatan dan kekuatan sehingga bisa menunaikan puasa dan semua amaliah Ramadhan dengan baik.

Satu yang tidak kalah penting: jangan lupa siapin kue yang banyak beserta aneka olahan kurma dan minuman dari sirup Marjan, karena siapa tau di Idul Fitri nanti rumah Anda mendapat kunjungan dari saya sekeluarga. *masih_lamaaa 😆

Senja Tanpa Voli Kebahagiaan

by prajuritkecil99 ™
Sudah hampir ti3a pekan ini lapangan voli di markas K-180 sepi tak ada kegiatan. Saya khawatir jika terus-menerus dibiarkan begitu nanti jadi angker, dihuni mahluk dari dunia lain. 😔

Karena tugas dan berbagai urusan lah yang mengharuskan para punggawa silih berganti meninggalkan markas sehingga jumlah pemain sangat terbatas. Bahkan terkadang tidak cukup meski sekadar untuk formasi 3 vs 3.


Lapangan Voli KPPN Marisa
suatu senja di markas K-180


Padahal jika Marisa tidak sedang hujan pemandangan senja kadang begitu menawan. Semburat jingga mentari yang menyepuh awan makin terasa hangat jika para punggawa membersamainya dengan memainkan voli kebahagiaan.

Penuh canda. Penuh tawa kebahagiaan..

Taman Menara Limboto

by prajuritkecil99 ™
Hujan membawa berkah bagi seluruh negeri. Tak terkecuali pada tempat di mana saya tinggal saat ini,- Limboto.

Limboto adalah salah satu kecamatan dari 19 kecamatan di Kabupaten Gorontalo, yang memiliki icon atau landmark berupa Menara Keagungan Limboto (kini berubah nama menjadi Tower Pakaya,- merujuk pada nama bupati yang sedang berkuasa pada era sewaktu menara tersebut dibangun - Ahmad Pakaya).

Menara setinggi 65 meter tersebut diresmikan bertepatan dengan acara pernikahan saya sekira 14 tahun yang lalu, tepatnya pada 20 September 2003. *aseeek 😛😙


Menara Limboto Kabupaten Gorontalo
Menara Limboto


Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan menara tersebut. Tidak seperti dulu-dulu yang cukup ramai pengunjung meski sekadar naik lift untuk kemudian melihat-lihat pemandangan alam terutama danau Limboto. Hanya saja, letak menara tersebut cukup strategis. Didukung dengan keberadaan taman kota dan masjid agung Baiturrahman sehingga membuatnya tetap eksis untuk dijadikan tempat nongkrong dari berbagai kalangan, apalagi pas malam Kamis dan malam Minggu.

Taman di seputaran menara itulah yang belakangan ini tampak kian memesona. Jujur saja, selama ini menurut saya taman tersebut jauh dari kata indah. Biasa saja. Gersang malah. Bahkan terkesan kumuh! Para penjual makanan semaunya sendiri mendirikan lapak. Saingan dengan parkir kendaraan yang semrawut. Sampah bertebaran di mana-mana. Pada beberapa spot bau pesing bekas air kencing. 😖


Taman di Seputaran Menara Limboto
salah satu lokasi lapak di seputaran Menara Limboto


Tapi itu dulu. Sekarang lapak penjual makanan sudah diatur sedemikian rupa sehingga menjadi lebih rapi. Parkir kendaraan meski masih sembarangan tapi sudah tidak sesemrawut seperti yang dulu. Bau pesing tak lagi tercium. Mungkin telah hanyut dan ternetralisir oleh air hujan. Yang pasti, taman itu kini menjadi lebih indah dan asri. Pepohonan dan bebungaan tumbuh subur. Hujan benar-benar membawa berkah bagi bumi. 😍

Akhir pekan kemarin, saya dan keluarga (minus Chaca yang menginap di rumah sepupunya di Hutuo) jalan-jalan mengitari taman. Mumpung masih pagi. Udara masih segar. Terlebih masih sepi. Jadi bebas untuk berfoto. 😄


Taman Menara Limboto
😆 penunggu taman 😆


Taman Limboto
😍 berkah hujan 😍


Semoga saja keindahan taman tersebut tetap terjaga meski nanti hujan tak lagi menyapa bumi.

Perlu diingat, bahwa bukan hanya tugas pemerintah untuk menjaganya. Ada peran kita semua di situ.

Kalau bukan kita, siapa lagi?!

Extreme Weather

by prajuritkecil99 ™
Alhamdulillah, perjalanan Limboto-Marisa pagi tadi berjalan lancar. Semua karena ridha dan kuasaNya. Padahal jelang berangkat tadi badan masih tidak fit. Meriang. Kabut tebal dan hempasan angin yang dingin kian menambah nyeri pada tulang dan sendi. Sempat berniat untuk minta ijin tidak masuk kerja. Tapi demi mengingat masih ada pekerjaan yang belum rampung dan potongan 5% per hari akhirnya niatan itu pun urung.

Akhir-akhir ini cuaca memang cukup ekstrim. Beberapa kali mendapati langit yang sedang panas tetiba berubah drastis menjadi hujan deras. Jadi musti pandai-pandai menjaga kesehatan.

Hujan yang turun ini adalah berkah dariNya. Yang bisa menumbuhkan dan menghijaukan bumi. Namun jika tidak dikelola dengan baik, curah hujan yang kadang seolah tanpa henti itu pun bisa menjadi bencana. Seperti tanah longsor atau banjir pada beberapa tempat yang saya jumpai selama di perjalanan.


Berkah Hujan - Rumput di Halaman Markas K180
Berkah Hujan - Rumput di Halaman Markas K180


Tempat kerja masih sepi. Baca-baca artikel dan berita di internet. Ada artikel yang sangat bagus dari Dr. Muhaimin Iqbal. Judulnya Extreme Weather.

Berikut ini cuplikannya:


Sudah lebih dari 16 bulan negeri ini tidak mengalami musim kering. April sampai September 2016 lalu yang seharusnya musim kemarau,- tetap turun hujan sehingga disebut kemarau basah. Hari-hari ini kita memasuki pekan kedua bulan April,- kita juga masih diguyur hujan di sana-sini. Hujan dapat menjadi berkah seperti melonjaknya panenan padi kita tahun lalu, juga bisa menjadi musibah dengan banyaknya tanah longsor, dlsb. Tetapi extreme weather bukanlah hal baru, ribuan tahun lalu juga sudah terjadi. Ada cara untuk menyikapinya dan ada cara untuk mengatasinya.

Ribuan tahun lalu, di jaman Nabi Yusuf 'Alaihi Salam negeri Mesir mengalami extreme weather yang amat sangat. Bayangkan saat itu hujan turun sepanjang 7 tahun kemudian diikuti oleh kekeringan yang juga 7 tahun. Kejadian cuaca ekstrim sampai kembalinya cuaca normal ini direkam lengkap dalam rangkaian ayat-ayat berikut:

"Wahai orang yang sangat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor yang kurus. Tujuh tangkai yang hijau dan tujuh lainnya yang kering, agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui.." (QS 12:46)

"Dan Yusuf berkata: "Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun secara sungguh-sungguh, kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit yang kamu makan.." (QS 12:47)

"Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya, kecuali sedikit yang kamu simpan.." (QS 12:48)

"Setelah itu akan datang tahun di mana manusia diberi hujan dan pada masa itu mereka memeras (anggur).." (QS 12:49)

Banyak sekali pelajaran yang terkandung dari rangkaian empat ayat tersebut di atas. Di antaranya adalah petunjuk datangnya musim yang silih berganti, setelah hujan yang panjang akan muncul kemarau yang panjang. Ketika kita diberi hujan yang panjang, waktunya untuk menyiapkan bekal menghadapi kemarau panjang.

Tetapi cuaca ekstrim itu juga bisa pulih seperti yang ditunjukkan di ayat 49. Bila dibaca terus rangkaian ayat-ayat ini, kita akan bisa mengetahui bahwa pulihnya iklim itu pada saat negeri dikelola oleh seorang yang adil, jujur, saleh, mampu mengendalikan nafsunya dan dia seorang yang hafidzun aliim,- pandai menjaga amanah dan berilmu pengetahuan.

Di surat lain kita juga bisa belajar bahwa cuaca kering yang ekstrim bisa diatasi dengan beristighfar. "Maka aku berkata: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu.." (QS 71:10-11)

Pelajaran lain yang sangat berguna untuk jaman ini adalah teknologi pasca panen biji-bijian yang tersirat di surat Yusuf ayat 47 tersebut di atas.


Yang menarik dari artikel tersebut adalah keterkaitan antara cuaca ekstrim yang sedang kita alami saat ini dengan peristiwa yang pernah terjadi sebagaimana kisah di jaman nabi Yusuf.

Saya jadi teringat pas kapan hari ada yang sharing tentang fenomena cuaca yang terjadi saat ini dikaitkan dengan tanda-tanda akhir jaman. Kita memang tidak akan pernah tau kapan hari akhir itu tiba. Tanda-tandanya pun masih penuh misteri. Terlepas dari itu, yang berkaitan dengan cuaca ekstrim ini saja misalnya,- alangkah baiknya jika kita ada persiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang sangat berpeluang kita alami.

Salah satu upaya tersebut berhubungan dengan ketersediaan pangan, yakni menyimpan hasil panen untuk dimanfaatkan saat musim kemarau atau musim paceklik nanti.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bagaimana kearifan lokal suku Baduy,- melalui apa yang disebut dengan Leuit telah mampu menjaga padi yang mereka simpan bahkan konon bisa bertahan selama lebih dari 100 tahun!

Entah darimana mereka belajar hal tersebut tapi yang pasti teknologi Allah itu nyata terbukti. Sebagaimana kisah di jaman nabi Yusuf, rahasia dari suku Baduy sehingga padi yang mereka simpan bisa tahan cukup lama yaitu karena mereka menyimpan padi tersebut tetap dalam tangkainya!

Masya Allah..

Ini bisa menjadi pelajaran, pengingat sekaligus penyemangat bagi kita semua. Mumpung hujan itu masih turun di bumi ini. Mumpung masih ada yang bisa kita tanam. Menanamlah!


Pepohonan di Halaman Belakang Markas K180
Pepohonan di Halaman Belakang Markas K180


Menanam apa saja yang bisa kita makan. Syukur-syukur jika itu berupa biji-bijian yang selain bisa kita makan juga bisa untuk disimpan hingga sekian masa nanti.

Menanamlah!

Karena akan tiba masanya dan janji Allah tak pernah salah.
 
Copyright © 2014 - prajuritkecil99™ - Powered by Blogger
Template by Creating Website - Published by Mas Template