Tentang Investasi LambBank

by prajuritkecil99 ™
Meski tidak termasuk dalam Popular Post ternyata artikel saya yang berjudul Nabung Domba mendapatkan respon cukup banyak dari sobat Blogger. Komentarnya pun beragam. Ada yang mengaku baru tau. Ada yang katanya penasaran dan pengin mencoba. Ada juga beberapa yang merasa bingung dengan itung-itungannya. :D

Well, buat sobat blogger yang beneran baru tau dan pengin mencoba alternatif investasi ini, dont worry be happy! Di postingan kali ini saya akan bahas lebih detil lagi. Semoga saja nanti bisa tercerahkan, tak lagi bingung dan penasaran.

Are you ready?! *sruput kopi dulu.. B-)

Sebenarnya Nabung Domba yang saya maksudkan adalah produk alternatif investasi bernama LambBank yang digagas oleh Muhaimin Iqbal. Yakni usaha peternakan domba dan kambing yang kegiatan utamanya adalah menjual, membeli dan memelihara atau membesarkan domba dan kambing.

Saat ini peternakan LambBank baru ada satu yakni di Jonggol Farm yang berada di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Untuk bisa terlibat dengan kegiatan LambBank ini kita bisa lakukan dengan tiga cara yakni membeli, menjual atau menitipkan domba dan kambing kita kepada pengelola.

Cara belinya pun tidak harus tunai, tapi bisa mencicil sesuai kemampuan kita minimal setara dengan 0.1 domba atau kambing (0.1 DB) baik untuk setoran awal maupun cicilan berikutnya.

Bagi yang pernah berinvestasi M-Dinar pasti cepat ngeh karena metodenya sama. Beda di jenis barang dan jumlah minimal setoran awalnya saja. Kalau di M-Dinar barangnya adalah koin dinar berbahan emas 22K dengan berat 4.25 Gram, di LambBank barangnya adalah domba atau kambing dengan kisaran bobot antara 36-44 KG. Kalau di M-Dinar setoran awal minimal setara 0.25 Dinar, di LambBank setoran awal minimal 0.1 DB.

Metode ini cukup efektif terutama bagi kita yang memiliki keterbatasan modal atau dana untuk berinvestasi.

Dari dana setoran awal serta cicilan tabungan domba dan kambing milik investor inilah yang kemudian diberdayakan oleh pengelola dan keuntungannya dibagihasilkan sama rata untuk investor dan pengelola.

Maksud diberdayakan oleh pengelola adalah domba dan kambing yang ada itu dipelihara dengan baik. Kemudian setelah memenuhi standar kelayakan domba dan kambing tadi dijual ke pasar-pasar ternak tradisional atau kepada peternak baik lembaga maupun perseorangan yang memerlukan bibit domba dan kambing, serta kepada konsumen yang mebutuhkan suplai daging domba dan kambing.

Agar domba dan kambing bisa dipelihara dengan baik tentu diperlukan biaya-biaya antara lain asupan pangan, obat-obatan untuk perawatan jika ada domba dan kambing yang sakit, juga untuk perbaikan kandang peternakan. Termasuk biaya operasional dalam rangka jual-beli domba dan kambing dari peternakan ke pasar atau ke tempat konsumen dan sebaliknya.

Begitu..

Sekarang kita bicara mengenai perhitungannya. Misal kita sebagai investor menitipkan satu domba atau kambing (1 DB) di LambBank. Bisa dibuatkan dua skenario oleh pengelola.

Skenario #1 – Domba atau Kambing Bakalan

Misal kita mulai setoran awal kita dengan menyetor setara 1 DB dengan asumsi kurs jual 1 DB senilai Rp 2.000.000.

Setelah kita buka akun dan transfer sebesar Rp 2.000.000 oleh pengelola dibelikan satu ekor domba atau kambing bakalan (domba atau kambing yang masih muda atau masih kecil) dengan bobot sekitar 16 KG seharga Rp 800.000. Diperlukan waktu sekitar 1 tahun agar domba atau kambing bakalan ini bisa mencapai bobot sekitar 40 KG. Berdasarkan pengalaman yang ada biaya yang diperlukan untuk memelihara satu ekor domba atau kambing selama 1 tahun adalah sekitar Rp 360.000.

Selama 1 tahun dimungkinkan ada domba dan kambing yang mati. Taruhlah rerata domba dan kambing yang mati selama 1 tahun sebanyak 10% dari total domba dan kambing yang dipelihara. Dari 10% tersebut risikonya dibagi rata antara pengelola dan investor sehingga masing-masing menanggung risiko 5% (dalam syariah prinsip ini disebut Taawun).

Dari ilustrasi tersebut maka setelah diitung-itung keuntungan investasi yang kita peroleh adalah sebesar Rp 370.000.

Itungannya dari mana tuh?!? Woles sob. Sruput kopi dulu! :v

Jadi begini..

Domba atau kambing yang akan dihasilkan itu kan seharga jual Rp 2.000.000

Biaya-biaya yang diperlukan untuk menghasilkannya:

  • Beli domba atau kambing bakalan = Rp 800.000
  • Biaya Pemeliharaan (1 tahun) = Rp 360.000
  • Sharing risk 5% x Rp 2.000.000 (1 tahun) = Rp 100.000

Rp 2.000.000 – (Rp 800.000 + Rp 360.000 + Rp 100.000) = Rp 2.000.000 – Rp 1.260.000 = Rp 740.000 dibagi rata untuk pengelola dan investor masing-masing sebesar Rp 370.000.

Jadi selama 1 tahun kita mendapatkan bagi hasil bersih sebesar Rp 370.000.

See? B-)

Sekarang ke Skenario #2 – Domba atau Kambing Dewasa

Dengan dana yang sama, Rp 2.000.000 pengelola membelikan domba atau kambing indukan yang siap hamil. Harga perolehannya Rp 2.000.000.

Domba atau kambing indukan ini sudah tidak bertambah lagi bobotnya tapi diasumsikan bisa melahirkan anak pertama dan kedua selama 2 tahun. Anak pertama biasanya 1 ekor dan anak kedua bisa 2 ekor sehingga 1 anak pertama akan bernilai sekitar Rp 2.000.000 pada akhir tahun kedua dan 2 anak kedua juga berharga sekitar Rp 2.000.000 pada akhir tahun kedua (kan anak kedua ini lahirnya di tahun kedua, jadi masih anak-anak, belum dewasa penuh) sehingga total domba atau kambing yang bisa dihasilkan sampai dengan akhir tahun kedua adalah senilai Rp 4.000.000.

Dengan skenario ini maka selama 2 tahun kita bisa mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 820.000 atau Rp 410.000 untuk 1 tahun.

Wuiiih, itung-itungannya dapat dari mana lagi tuh?

Jadi domba atau kambing yang dihasilkan selama 2 tahun kan senilai Rp 4.000.000

Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkannya:

  • Biaya pemeliharaan 2 ekor domba selama 2 tahun (1 ekor indukan awal dan 1 ekor anak pertama) ditambah 2 ekor domba selama 1 tahun (anak kedua) adalah (Rp 360.000 x 2 ekor x 2 tahun) + (Rp 360.000 x 2 ekor x 1 tahun) = Rp 1.440.000 + Rp 720.000 = Rp 2.160.000
  • Sharing risk 5% x Rp 4.000.000 (2 tahun) = Rp 200.000

Jadi Rp 4.000.000 – (Rp 2.160.000 + Rp 200.000) = Rp 4.000.000 – Rp 2.360.000 = Rp 1.640.000.

Dibagi rata antara pengelola dan investor masing-masing dapat Rp 820.000. Itu untuk 2 tahun jadi setahunnya kita dapat bagi hasil bersih Rp 410.000 atau 21% per tahun.

Jadi begono ceritanya eh itung-itungannya. Itu baru 1 DB aja loh, gimana kalau tabungan kita sekian banyak DB?

Cie cieee.. yang mulai senyum-senyum sendiri membayangkan bagi hasilnya. >_<

Jangan senang dulu! Tapi juga jangan terus jadi under estimate sehingga memutuskan untuk tidak jadi berinvestasi. Yang wajib untuk selalu diingat dalam investasi itu ada prinsip "High Risk High Return". Bahwa risiko itu pasti ada. Apapun jenis investasinya. Tapi di situlah fungsinya kita sebagai manusia dikarunia akal. Dengan ilmu yang dimilikinya Manajer Investasi produk reksadana terus melakukan riset ini-itu, analisis begini-begitu agar mereka dapat lebih cerdas memberdayakan dana investasi yang dikelolanya. Berdasarkan ilmu yang dimilikinya juga pengelola di LambBank bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas diiringi doa dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Berkuasa agar domba dan kambing yang dikelola bisa diminimalisir jumlahnya yang sakit atau yang mati sehingga bisa memberikan manfaat lebih seperti yang diharapkan.

Dan semua angka di atas tadi sekali lagi adalah asumsi. Kenyataannya bisa di atas atau di bawah. Kan hidup itu naik-turun. Iya toh?! :D

Kalau domba dan kambingnya banyak yang mati, yaa bagi hasil yang kita peroleh akan berkurang. Sebaliknya kalau domba dan kambingnya alhamdulillah sehat wal afiyat jarang yang mati, bagi hasil yang kita peroleh akan bertambah.

Selain bisa kita jual untuk diuangkan layaknya narik uang di tabungan, jika saldo domba atau kambing kita telah mencapai minimal setara 1 DB bisa kita ambil dalam bentuk domba atau kambing secara fisik.

Kalau pengin diambil secara fisik, kita diminta untuk memberitahukan lebih awal kepada pengelola kira-kira satu bulan sebelumnya agar domba atau kambingnya bisa disiapkan dengan lebih baik sehingga nanti kita akan menerima domba atau kambing yang sehat wal afiyat, gagah perkasa dengan rentang bobot antara 36-44 KG.

Ambilnya langsung di peternakan. Kalau pengin dikirim coba kontak pengelola. Selama memungkinkan insya Allah akan diantar. Tapi tentu memerlukan biaya tambahan untuk mengirimnya.

Gimana, tertarik dengan investasi ini?! ^-^


Investasi LambBank
ilustrasi lambbank role
sumber: LambBank
monggo dishare ^-^
 
Copyright © 2014 - prajuritkecil99™ - Powered by Blogger
Template by Creating Website - Published by Mas Template