Indahnya Kebersamaan Punggawa K-180

by prajuritkecil99 ™
Menyatukan beragam ide dan pendapat untuk mencapai mufakat itu ternyata tidak mudah. Apalagi jika ide dan pendapat itu berasal dari sekian banyak orang dengan berbagai latar belakang dan kepentingannya masing-masing. Beraaat! Punggawa K-180 beserta para pimpinan yang jika ditotal jumlah personilnya tidak sampai dua tim voli saja sempat kesulitan untuk melakukannya.

Seperti pekan kemarin. Ceritanya di tempat kerja mau mengadakan acara family gathering. Namanya bekerja kan terkadang rutinitasnya membuat kita jenuh. Apalagi jika stakeholders yang dilayani rada gimanaa gitu, tidak kooperatif dan selalu membawa permasalahan yang sama berulang kali. Bikin tambah esmosi. Dampak negatifnya bukan hanya hubungan dengan fihak luar yang menjadi kurang bagus tapi hubungan secara internal pun sedikit banyak menjadi kurang harmonis. Karena itulah untuk merefresh hati dan fikiran, mengasah kembali passion dalam bekerja dan demi mempererat jalinan pertemanan dan persaudaraan antar sesama punggawa, kita berencana mengadakan acara family gathering.

Hari H-nya kapan sudah ditentukan langsung oleh big boss. Kendalanya di lokasi. Yang pasti masih di wilayah Provinsi Gorontalo mengingat dana dan waktu yang dipunya sangat terbatas. Ada yang mengusulkan supaya acaranya diselenggarakan di tempat yang dekat-dekat saja semisal di pantai Bolihutuo (Kabupaten Boalemo) atau di pantai Libuo (Kabupaten Pohuwato). Tapi tidak jadi. Alasannya kalau di Bolihutuo sedang ada kegiatan Festival Boalemo dan persiapan Sail Tomini jadinya pasti rame, tidak akan bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk berkumpul. Sedangkan kalau di Libuo terus terang sudah bosan karena bisa dibilang sudah cukup sering dolan ke situ dan tempatnya yaa cuma gitu-gitu aja. Ditambah lagi ada dua punggawa yang dipastikan tidak bisa ikut jika acaranya dilakukan di Kabupaten Boalemo atau di Kabupaten Pohuwato. Tiga punggawa sebenarnya. Karena saya pun setali tiga uang dengan Kang Alee dan Hendro yang harus ke Kota Gorontalo. Kalau Kang Alee memang rutin setiap Jumat sore pulang ke rumahnya. Kalau Hendro karena mau bermain futsal dengan rekan-rekan Punggawa K-050 dan W-026. Saya? Sabtu pagi juga mau pulang ke Limboto. Sudah kangen sama Chaca & Zhie. :D

Daripada deadlock dan akhirnya gagal rencana, pun meski ada yang merasa kurang sreg tapi toh akhirnya disepakati acara gathering akan diselenggarakan di Lombongo (Kabupaten Bone Bulango). Sekira 200 KM lah jaraknya dari Marisa. Lumayan jauh.

Penginnya sih para Punggawa K-180 yang masih muda belia (kecuali saya, sudah tuaa x_x) sekalian mau berpetualang lagi mencari air terjun Lombongo yang lainnya karena konon di seputaran Lombongo yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone ini terdapat tiga air terjun. Sayang keinginan itu tak terwujud. Karena keterbatasan waktu. Lagi pula sepertinya di musim kemarau seperti saat ini debit air terjun berkurang sangat drastis setelah kita perhatikan sungai di seberang yang nyaris kering. Tapi meskipun tidak sempat berpetualang ke air terjun, kita sudah cukup fun dan merasa riang gembira dengan beberapa game yang digagas oleh Anggit dan Lee PAW. Keduanya juga berperan sebagai juri.


The Judges Family Gathering Lombongo
The Judges - Anggit & Lee PAW


Ceritanya ada tiga tim dengan empat game yang akan dimainkan. Tiap tim beranggotakan empat orang dan masing-masing orang akan memainkan game yang berbeda. Saya tergabung dalam Tim 2 bersama-sama dengan Pak Henhen, Pak Djams dan Mbak Tyas. Di game pertama peserta diharuskan untuk minum perasan buah lemon dengan jumlah buah dan ukuran sendok gula sesuai dengan angka pada kartu yang didapat. Di game pertama ini Tim 2 diwakili Pak Djams yang tampak begitu semangat minumnya sampai tumpah-tumpah. Hasilnya? Selesai duluan sih. Tapi sayang didiskualifikasi oleh juri. Must Try dari Tim 1 yang dinyatakan sebagai pemenangnya.


Pak Djams at Gathering Lombongo
Pak Djams semangat kali minumnya dank


Must Try at Gathering Lombongo
and the winner is Must Try!


Di game kedua peserta harus memainkan bola voli dengan memantulkannya sebanyak 8x menggunakan kedua tangan. Syaratnya, pantulan bola harus di atas kepala dengan leher bagian depan di bawah dagu harus menahan bola tenis. Karena suka main voli di game ini saya ditunjuk untuk mewakili Tim 2. Hasilnya? Sekali lagi Tim 1 yang diwakili Pak Syai yang menjadi pemenangnya. Bahkan tanpa kesulitan sama sekali. Jauh berbeda dengan saya yang baru bisa menyelesaikannya setelah jumlah pantulan diturunkan oleh juri menjadi hanya 6x.


Well Done Pak Syai
well done Pak Syai


Punggawa K-180 in Action
prajuritkecil99 in action


Di game ketiga peserta harus menunduk dan menjulurkan tangan ke permukaan tanah sambil berputar sebanyak 5x untuk kemudian adu balap memilih jenis dan ukuran sendok, menaruh kelereng di atasnya dan memasukkan kelereng tersebut ke dalam bambu yang diletakkan sekira tujuh meter dari tempat di mana sendok dan kelereng itu berada. Di game ini Tim 2 diwakili Pak Henhen. Hasilnya? Lagi-lagi dimenangkan oleh Tim 1 yang diwakili Hendro meskipun di permulaan jalannya miring-miring seperti orang setengah mabuk. :v


Game 3 Gathering Punggawa K-180
game ketiga niih


Hendro at Gathering Lombongo
gile lu Ndro! :p


Game keempat adalah game yang dinilai paling mudah meski pada kenyataannya menjadi game dengan durasi waktu penyelesaian paling lama. Peserta cukup melempar bola tenis dari jarak tertentu hingga mengenai bambu dengan ukuran yang telah ditentukan. Ternyata tidak kena-kena meski Mbak Tyas yang mewakili Tim 2 sudah berusaha dengan sepenuh jiwa raga. Baru ada yang kena setelah posisi pelempar dimajukan beberapa kali hingga mendekati sasaran. Dan siapakah dia yang lemparannya berhasil mengenai sasaran itu? Sebenarnya hard to say karena lagi-lagi Tim 1 yang kali ini diwakili Bu Doddy yang menjadi pemenangnya. Jadilah Tim 1 ini keluar sebagai juara umum. Disusul Tim 2 di urutan kedua. Asem banget emang Tim 1 ini. Bhahaha!


Mbak Tyas in Action
Mbak Tyas in action


Hmmm.. sedari tadi cuma ngomongin Tim 1 dan Tim 2, emang Tim 3 ke mana dan siapa aja sih? Tim 3 beranggotakan Pak Doddy, Koko, Kang Alee dan Noval. Nih penampakan Tim 3 yang lagi kena punishment harus minum perasan lemon sebanyak enam buah. :p


Tim 3 at Gathering Lombongo
Tim 3 lagi baku minum euy!


Meskipun di tiap game kita bersaing tapi kita melakukan semuanya dengan happy. Tak ada rasa iri ataupun benci karena kalah. Kembali ke tujuan awal penyelenggaraan acara gathering ini. Intinya adalah kebersamaan. Jadinya kita juga dapat ilmu. Bahwa untuk menyelesaikan suatu urusan berikanlah kepada ahlinya. Right person on the right job. Dan Tim 1 berhasil membuktikannya dengan memilih wakil yang tepat di tiap game.


Be Happy at Gathering Lombongo
menang atau kalah tetap happy


Game tambahan terakhir adalah game yang bukan bersifat tim namun antar individu dengan perannya masing-masing akan saling terkait dan saling mendukung untuk bisa dimainkannya game ini. Ceritanya ada yang jadi pembunuh (2 orang). Ada yang jadi seorang dokter dan seorang detektif. Sisanya menjadi warga desa. Semua peran itu berdasarkan kartu yang didapat. Joker mewakili pembunuh. Ace mewakili detektif. Queen mewakili dokter dan angka 1 sampai 10 mewakili warga desa. Cukup panjang ceritanya. Singkatnya pada malam hari semua peserta diminta untuk menutup mata. Sesuai intruksi dari narator, si pembunuh membuka mata dan menunjuk satu orang untuk dibunuh. Kemudian giliran dokter yang membuka mata dan menunjuk satu orang untuk diselamatkan. Selanjutnya giliran detektif menujuk tiga orang yang dicurigai sebagai pembunuh untuk diadili. Di pagi hari semua peserta membuka mata. Jika orang yang ditunjuk oleh dokter untuk diselamatkan itu benar sama dengan orang yang ditunjuk oleh pembunuh berarti dokter berhasil menyelamatkan warga desa dan orang itu berhak untuk terus mengikuti permainan. Jika dokter salah tunjuk berarti dia gagal dan orang yang dibunuh keluar dari permainan. Seru juga karena ternyata sampai akhir permainan dua orang pembunuh masih hidup dan warga desa tinggal seorang ditambah lagi dua orang yang berdasarkan informasi dari narator mereka ini tak lain adalah dokter dan detektif. Jadilah saya dan Kang Alee selaku pembunuh yang menjadi pemenangnya. Tapi karena Kang Alee yang lebih banyak membunuh dan jago beralibi maka dialah yang berhak mendapatkan hadiah. :D


Peserta Menutup Mata
semua peserta menutup mata


Dokter Menunjuk Satu Orang Untuk Diselamatkan
dokter menunjuk satu orang untuk diselamatkan


Peserta Membuka Mata
semua peserta membuka mata - tapi matanya sendiri yaa jangan mata orang lain! :p


Maksud dari game ini adalah, bahwa setiap kita meskipun memiliki peran berbeda-beda tapi satu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung. Maksud lainnya, meskipun dalam kondisi yang sangat minim informasi kita dituntut untuk tetap tahu banyak hal dan lebih berhati-hati dalam membuat suatu keputusan. Dan kalau digatuk-gatukkan masih banyak lagi maksud lain yang sebenarnya dialami juga dalam lingkungan kerja kita sehari-hari.


Korban salah Tangkap   Korban Salah Tangkap
korban salah tangkap :v


The First Victim
korban yang dibunuh pertama kali - apes lu Ndro! :p


Finally, meski acara gathering ini diselenggarakan dengan apa adanya yang ada, alhamdulillah bisa berjalan lancar. Meski mini tapi membawa manfaat yang maxi. Bisa merefresh hati dan fikiran. Menumbuhkan kembali semangat bekerja. Jalinan pertemanan dan persaudaraan pun kian tersimpul erat. Dan hangat. ^-^

Bravo Punggawa K-180!
monggo dishare ^-^
 
Copyright © 2014 - prajuritkecil99™ - Powered by Blogger
Template by Creating Website - Published by Mas Template