Hujan dan Rindu

by prajuritkecil99 ™
Sore tadi, di tempat yang sama. Kembali memainkan voli kebahagiaan bersama rekan-rekan Punggawa K-180 yang selalu saya banggakan.

Setelah hampir dua pekan yang cukup menyiksa.

Entah mengapa selama hampir dua pekan ini tiap malam tiba saya merasa resah. Galau. Tidur tak nyenyak bahkan pernah tak bisa tidur sama sekali. Jadi kurang bersemangat. Lelah, letih, lesu. Sempat mimisan meski tak lagi mengucur seperti dulu. Taunya pas ngupil koq upilnya banyak bekas darah yang sudah mengering. Bahkan di hari Jumat kemarin sewaktu nebeng Kang Alee untuk pulkam ke Limboto seumur-umur baru kali itu saya mabuk selama perjalanan. Terpaksa harus menepi untuk bermuntah ria. x_x

Mungkin juga karena pengaruh cuaca yang masih pancaroba. Peralihan dari kemarau ke musim hujan. Di Gorontalo dan Limboto sudah beberapa kali turun hujan. Tapi di Marisa masih panas. Mendung sering tapi cuma PHP. Sempat sekali sih mendungnya beneran jadi hujan tapi tak begitu deras dan tak lebih dari tujuh menit. Panas lagi.

Jadinya kalau pulkam kehujanan dan balik ke Marisa kembali kepanasan. Kegerahan.

Dan akhirnya sore tadi, di tempat yang sama. Sewaktu kembali memainkan voli kebahagiaan bersama rekan-rekan Punggawa K-180 yang selalu saya banggakan.

Baru bermain satu set, mendung yang selama ini cuma mem-PHP para pecinta hujan ternyata kali tadi menepati janjinya untuk bertransformasi menjadi hujan. Meski masih sama, tak begitu deras dan tak lebih dari tujuh menit.

Berharap agar hujan itu datang kembali. Dengan rintiknya yang selalu memuarkan petrichor dari balik bumi. Dengan rinainya yang mampu mengecambahkan rindu dalam hati.


Hujan dan Rindu
ilustrasi rintik hujan
sumber gambar iqbalarubi.wordpress.com
monggo dishare ^-^
 
Copyright © 2014 - prajuritkecil99™ - Powered by Blogger
Template by Creating Website - Published by Mas Template